01

Berita Terbaru

Herman Deru Gelorakan "Semarak Wong Kito 2026", Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi Milik Rakyat
DijieNews 19 hours ago

Herman Deru Gelorakan "Semarak Wong Kito 2026", Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi Milik Rakyat

Palembang β€” Provinsi Sumatera Selatan resmi menggelorakan "Semarak Wong Kito 2026, Sensus Ekonomi 2026 Milik Rakyat". Kegiatan akbar tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan pendataan ekonomi terbesar di Indonesia yang digelar di Bumi Sriwijaya.

Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menyebut pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai tugas yang sangat mulia. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh petugas sensus yang akan bertugas di lapangan serta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan pendataan tersebut.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat mulia. Ini adalah tugas bagi para pejuang sensus. Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh petugas di lapangan. Begitu pula kepada masyarakat yang mau menerima petugas sensus di kediaman masing-masing," ujar Herman Deru saat menghadiri kegiatan di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Minggu (28/6/2026).

Herman Deru optimistis Sumatera Selatan akan menghasilkan data ekonomi yang benar dan akurat sebagai landasan penyusunan kebijakan pemerintah.

"Insya Allah Sumsel akan mendapatkan data yang benar dan akurat sebagai pijakan bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam membuat kebijakan sehingga dapat tepat sasaran, efektif, dan efisien, baik yang bersifat sosial kemasyarakatan maupun pembangunan infrastruktur," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengapresiasi sinergi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, Gubernur Herman Deru telah memberikan teladan kepada masyarakat agar tidak ragu menerima petugas sensus.

"Pagi ini kita hadir di BKB dalam acara Semarak Wong Kito 2026, Sensus Ekonomi 2026 Milik Rakyat sebagai wujud komitmen menyukseskan sensus ekonomi. Ini bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi juga upaya mendukung perencanaan pembangunan dan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran," kata Amalia.

Ia menjelaskan, sensus ekonomi merupakan ibarat rekam medis bagi kondisi perekonomian nasional.

"Melalui sensus ekonomi, diharapkan kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran. Ini merupakan investasi untuk memastikan kebijakan pembangunan ekonomi disusun berdasarkan data, bukan berdasarkan asumsi," jelasnya.

Amalia menambahkan, lebih dari 7.000 petugas sensus akan diterjunkan ke seluruh 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

"Mereka merupakan garda terdepan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan.

"Betapa pentingnya Sensus Ekonomi 2026. Mari kita sambut dan sukseskan bersama agar kita memiliki data yang akurat dan sasaran kebijakan yang tepat," ujarnya.

Menurutnya, selama ini data ekonomi masih tersebar di berbagai lembaga. Melalui Sensus Ekonomi 2026, seluruh data tersebut akan dikonsolidasikan oleh BPS menjadi satu data yang terpercaya.

"Kini kita mengonsolidasikan data yang selama ini tersebar melalui Sensus Ekonomi oleh BPS sehingga menjadi satu data yang terpercaya, menggunakan metode mutakhir dan dikerjakan secara profesional," ungkapnya.

Saifullah Yusuf juga mengajak masyarakat untuk menerima petugas sensus dengan baik. Sementara kepada para petugas, ia berpesan agar menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, empati, dan tanggung jawab.

Sensus Ekonomi 2026 akan menyasar seluruh pelaku usaha, mulai dari pelaku UMKM, perusahaan besar, hingga sektor informal. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar perencanaan pembangunan nasional dan daerah selama lima tahun ke depan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti, Wali Kota Palembang, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Selatan, para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, jajaran BPS Provinsi Sumatera Selatan dan kabupaten/kota, serta tamu undangan lainnya

ABPEDNAS Sumsel Jadi yang Terbesar di Indonesia, Jamintel Kejagung RI Sampaikan Apresiasi
DijieNews 19 hours ago

ABPEDNAS Sumsel Jadi yang Terbesar di Indonesia, Jamintel Kejagung RI Sampaikan Apresiasi

PALEMBANG – Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI yang juga Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M., mengapresiasi perkembangan ABPEDNAS Sumatera Selatan yang dinilai menjadi salah satu organisasi dengan pertumbuhan tercepat sekaligus terbesar di Indonesia dengan jumlah anggota mencapai lebih dari 12.000 orang.

Apresiasi tersebut disampaikan Reda saat menghadiri kegiatan Optimalisasi Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) dalam Mendukung Program Prioritas Nasional (Jaga Dapur MBG dan Jaga Indonesia Pintar) serta Pengukuhan DPC ABPEDNAS se-Sumatera Selatan yang dipusatkan di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Ogan Ilir, Sabtu (27/6/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menegaskan bahwa pengukuhan tersebut bukanlah puncak pencapaian, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk meningkatkan kualitas organisasi dan kinerja para anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

"Ini bukan puncak, justru baru permulaan. Jangan puas hanya karena kita memiliki struktur lebih dari 12 ribu anggota dan menjadi yang terbesar di Indonesia. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menunjukkan kinerja yang baik," ujar Herman Deru.

Ia meminta seluruh jajaran ABPEDNAS menjaga kekompakan organisasi serta menyusun rencana strategis (Renstra) yang selaras dengan kebutuhan daerah dan kebijakan organisasi di tingkat pusat.

Pada kesempatan itu, Herman Deru juga menyampaikan apresiasi kepada Jamintel yang secara khusus hadir dan memberikan perhatian kepada ABPEDNAS Sumatera Selatan. Menurutnya, kehadiran Jamintel di tengah padatnya agenda nasional merupakan bentuk penghormatan sekaligus dukungan nyata terhadap penguatan pemerintahan desa.

"Saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Jamintel yang telah memberikan perhatian khusus kepada ABPEDNAS Sumatera Selatan. Tidak mudah mengatur jadwal di tingkat nasional, tetapi beliau hadir dan bahkan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat desa, seperti ayam petelur dan sumur bor," katanya.

Herman Deru menilai BPD memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah desa dalam menjalankan fungsi pengawasan, menjaga adat dan budaya, serta mengawal pembangunan desa. Karena itu, peningkatan kapasitas aparatur BPD melalui literasi hukum menjadi kebutuhan penting.

Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota bersama jajaran Kejaksaan mulai menyelenggarakan sosialisasi dan pendidikan hukum bagi anggota BPD, termasuk pemahaman mengenai peraturan daerah hingga Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang terbaru.

Selain itu, Herman Deru juga mengajak seluruh anggota ABPEDNAS memperkuat sinergi dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) demi menciptakan pembangunan desa yang harmonis dan berpihak kepada masyarakat.

Menurutnya, kekompakan antara BPD dan kepala desa akan menjadi modal besar dalam menjaga ketahanan adat, budaya, sekaligus menggerakkan perekonomian desa.

"Kalau ABPEDNAS dan APDESI bersatu, itu akan menjadi kekuatan besar bagi desa. Karena itu saya minta terus menjaga kebersamaan, mengikuti AD/ART organisasi, serta arahan dari DPP, DPW, dan DPC," pungkasnya.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M., menegaskan pentingnya peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mengawal tata kelola pemerintahan dan keuangan desa melalui pemanfaatan aplikasi Jaga Desa yang dikembangkan Kejaksaan.

Menurutnya, aplikasi tersebut telah terintegrasi dengan sistem keuangan desa sehingga memudahkan pengawasan dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Untuk memperkuat pengawasan di lapangan, Kejaksaan menggandeng ABPEDNAS sebagai mitra strategis karena BPD memiliki fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.

"Harapannya, tingkat kepala desa maupun perangkat desa yang terjerat tindak pidana korupsi dapat terus menurun," ujar Reda.

Pada kesempatan pengukuhan tersebut, Jamintel juga kembali mengapresiasi perkembangan ABPEDNAS Sumatera Selatan yang dinilai menjadi salah satu organisasi dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

Selain memperkuat tata kelola desa, Kejaksaan juga mendukung pemberdayaan anggota BPD melalui program ketahanan pangan berupa bantuan 1.000 ekor ayam petelur yang diawali di Kabupaten Ogan Ilir dan Banyuasin, serta program budidaya ikan bioflok hasil kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Harapannya, organisasi ABPEDNAS tidak hanya berperan dalam pengawasan desa, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi melalui program-program pemberdayaan yang berkelanjutan," ujar Jamintel.

Kegiatan ini ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, dilanjutkan pembacaan naskah pengukuhan oleh Jaksa Agung Muda Intelijen, pembacaan ikrar oleh Ketua DPC ABPEDNAS Ogan Ilir, penyerahan Bendera Pataka oleh Ketua Umum DPP ABPEDNAS, penandatanganan berita acara, serta penyerahan kartu anggota ABPEDNAS.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dengan DPD ABPEDNAS Provinsi Sumatera Selatan. Selanjutnya, dilakukan penandatanganan PKS antara Kejaksaan Negeri dan DPC ABPEDNAS se-Sumatera Selatan, penyerahan santunan kepada pengurus NPC Kabupaten Ogan Ilir dan atlet penyandang disabilitas berprestasi Kabupaten Ogan Ilir, serta penandatanganan prasasti instalasi sumur bor Masjid Al Aqobah di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.

Usai pengukuhan, rombongan Jamintel bersama Gubernur Sumatera Selatan juga menyempatkan diri mengikuti kegiatan melebung ikan di kawasan Tanjung Senai, Kompleks Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

Melebung merupakan tradisi masyarakat Ogan Ilir dalam menangkap ikan secara bersama-sama di lebung (rawa atau anak sungai). Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini biasanya dilaksanakan saat musim kemarau, ketika debit air mulai menyusut.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur II Jamintel Kejaksaan Agung RI sekaligus Kepala Sekretariat ABPEDNAS Subeno, S.H., M.M.; Kepala Biro SDM Kementerian Agama RI Dr. M. Zain, M.Ag.; Dewan Pengawas ABPEDNAS Ella Nuralela Tubagies; Ketua Umum DPP ABPEDNAS Ir. H. Indra Utama; Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS Adhitya Yusman Perdana; Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H.; Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Anton Delianto, S.H., M.H.; para Kepala Kejaksaan Negeri se-Sumatera Selatan; Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar; serta sejumlah bupati dan wali kota se-Sumatera Selatan yang turut hadir.

Fraksi DPRD Sumsel Apresiasi Kinerja Gubernur Herman Deru dalam Pengelolaan APBD 2025
DijieNews 19 hours ago

Fraksi DPRD Sumsel Apresiasi Kinerja Gubernur Herman Deru dalam Pengelolaan APBD 2025

PALEMBANG – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra,M.H menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan yang digelar pada Jumat (26/6/2026).

Rapat paripurna tersebut beragendakan penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2025.

Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, M. Hasan Haikal, menilai pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 telah berjalan dengan baik. Menurutnya, berbagai program dan kebijakan pemerintah daerah telah terlaksana sesuai dengan perencanaan. Meski demikian, Fraksi Partai Golkar memberikan masukan agar kualitas pengelolaan keuangan daerah terus ditingkatkan.

Sementara itu, Juru Bicara Fraksi Partai Gerindra, Richa Novliyanti, menyampaikan bahwa secara umum laporan pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 telah berjalan dengan baik. Namun, Fraksi Gerindra memberikan sejumlah catatan, di antaranya masih tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).

Juru Bicara Fraksi Partai NasDem, Ardi Fitriansyah, mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam pengelolaan keuangan daerah sepanjang Tahun Anggaran 2025. Menurutnya, berbagai program yang telah dilaksanakan pada tahun lalu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Sementara itu, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PKB, Fraksi PKS, dan Fraksi PAN pada prinsipnya menerima serta mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Herman Deru dalam menjalankan amanah rakyat melalui pengelolaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Selain menyampaikan apresiasi, fraksi-fraksi juga memberikan sejumlah masukan dan catatan konstruktif sebagai bahan evaluasi untuk semakin meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta akuntabilitas pengelolaan APBD pada tahun-tahun mendatang.

Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan, H. Nopianto, tersebut akhirnya diskors hingga Senin mendatang untuk mendengarkan jawaban Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD.

Herman Deru Sambut Danlanud Sri Mulyono Herlambang Baru, Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi untuk Sumsel
DijieNews 19 hours ago

Herman Deru Sambut Danlanud Sri Mulyono Herlambang Baru, Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi untuk Sumsel

PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menerima kunjungan silaturahmi sekaligus perkenalan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Sri Mulyono Herlambang Palembang, Kolonel Penerbang (PnB) Asep Wahyu Wijaya, M.M.S., beserta jajaran di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Kamis (25/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kolonel Asep Wahyu Wijaya yang baru menjabat sebagai Danlanud Sri Mulyono Herlambang memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan komitmennya untuk menjalin kerja sama yang baik dengan Pemerintah Provinsi Sumsel.

β€œSaya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang hangat. Kami sebagai pendatang baru mohon izin. Ke depan, kami mohon bimbingan dan arahan. Kami siap bekerja sama mendukung kegiatan dan program Bapak Gubernur,” ujar Asep.

Asep, yang merupakan alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1999, juga berharap sinergi antara Lanud Sri Mulyono Herlambang dan Pemprov Sumsel dapat terus diperkuat guna mendukung pembangunan daerah serta berbagai program strategis pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Herman Deru menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kolonel Asep Wahyu Wijaya beserta jajaran Lanud Sri Mulyono Herlambang di Sumatera Selatan.

β€œSaya mengucapkan terima kasih kepada Kolonel Asep dan para pendamping dari Lanud Sri Mulyono Herlambang. Selamat datang di Sumsel,” kata Herman Deru.

Herman Deru mengaku telah mengenal Kolonel Asep sebelumnya dan merasa senang atas kehadiran perwira TNI AU tersebut di Sumsel. Menurutnya, sebagai gubernur sekaligus Ketua Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hubungan dan komunikasi yang baik dengan seluruh unsur vertikal sangat penting dalam menjaga stabilitas daerah.

β€œSaya senang Kolonel Asep bisa bergabung di Sumsel. Sebagai gubernur dan kepala daerah, saya juga memiliki tugas sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. Karena itu, diperlukan kebijakan yang seimbang serta komunikasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.

Herman Deru menilai kerja sama antara Pemprov Sumsel dan Lanud Sri Mulyono Herlambang selama ini telah berjalan secara intens dan harmonis. Meski masih terdapat beberapa persoalan administratif, khususnya terkait pencatatan aset, menurutnya hal tersebut dapat diselesaikan secara bertahap melalui koordinasi yang baik.

β€œSelama ini kerja sama kita sangat intens. Memang ada beberapa persoalan terkait aset, tetapi semuanya bisa diselesaikan satu per satu. Saya juga mengucapkan terima kasih karena selalu mendahulukan kepentingan masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Herman Deru juga menyinggung peningkatan status dan pengembangan Lanud Sri Mulyono Herlambang yang terus berproses. Ia berharap keberadaan Lanud semakin memberikan kontribusi bagi daerah, termasuk dalam penanganan kebencanaan seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang selama ini menjadi perhatian bersama.

β€œAlhamdulillah, kita berjalan kondusif. Salah satunya dalam penanganan karhutla dan berbagai kepentingan daerah lainnya yang memerlukan dukungan lintas sektor, termasuk Lanud dan BPBD,” ucapnya.

Selain itu, Herman Deru menyampaikan beberapa pesan dan pekerjaan rumah yang diharapkan dapat menjadi perhatian Lanud Sri Mulyono Herlambang. Salah satunya terkait pemanfaatan bangunan eks VIP Bandara Lama yang telah direnovasi agar dapat segera difungsikan secara optimal.

β€œSilakan diisi dan dimanfaatkan. Kewajiban yang berkaitan dengan keuangan juga agar dipenuhi. Jangan sampai gagal fokus. Yang terpenting, ke depan silakan terus berkomunikasi dengan saya,” pesannya.

Di akhir pertemuan, Herman Deru berharap Lanud Sri Mulyono Herlambang semakin berkembang dan terus menjadi kebanggaan masyarakat Sumsel.

Ia juga menegaskan bahwa Sumsel merupakan daerah yang dikenal memiliki tingkat kondusivitas tinggi dengan kehidupan masyarakat yang harmonis meskipun dihuni oleh berbagai kelompok etnis dan suku.

β€œYang kita banggakan, Sumsel ini sudah bertahun-tahun zero conflict. Ada sembilan suku besar yang hidup rukun dan akur. Semua dipersatukan dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan,” tandasnya.

Turut hadir mendampingi Danlanud Sri Mulyono Herlambang Palembang, Kadisops Lanud Sri Mulyono Herlambang Letkol Pom Yurdiansjah, M.Han., Kadispers Lanud Sri Mulyono Herlambang Letkol Adm Akhmad Yani, A.Md., Dansatpom Lanud Sri Mulyono Herlambang Mayor Pom Arfian Iswahyudi, S.S.T.Han., Dansathanlan Lanud Sri Mulyono Herlambang Mayor Lek Ishak Juarsyah, S.Sos., serta Kaintel Lanud Sri Mulyono Herlambang Kapten Sus Feri Herwanto, S.T.Han.

Herman Deru Segera Terbitkan Pergub, Festival Seni Adat dan Festival Anjungan Sumsel Jadi Agenda Tahunan
Pariwisata 19 hours ago

Herman Deru Segera Terbitkan Pergub, Festival Seni Adat dan Festival Anjungan Sumsel Jadi Agenda Tahunan

Palembang – Festival Seni Adat dan Tradisi 2026 serta Festival Anjungan Sumsel 2026 resmi digelar selama dua hari, 24–25 Juni 2026, di Anjungan Rumah Adat Dekranasda Sumatera Selatan. Kegiatan yang diikuti 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan ini menjadi upaya menjaga keaslian budaya Bumi Sriwijaya.

Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menegaskan bahwa kegiatan tersebut harus diagendakan secara permanen. Ia berencana menetapkannya melalui Peraturan Gubernur (Pergub) agar menjadi benteng pertahanan sekaligus cermin keaslian adat dan budaya Sumatera Selatan.

β€œSaya bahagia sekali karena di antara kita masih ada yang terpikir untuk memberikan contoh bahwa kita diikat dalam satu budaya. Ini yang akan diingat oleh generasi selanjutnya. Maka, kegiatan ini perlu diagendakan secara permanen,” ujar Herman Deru saat membuka kegiatan, Rabu (24/6/2026).

Menurut Herman Deru, Anjungan Rumah Adat Sumsel merupakan prototipe Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang memiliki berbagai keunggulan. Bahkan sejak 2023, ia telah mengusulkan agar satu ruang di setiap anjungan dijadikan kantor penghubung kabupaten/kota.

Ia juga mendorong Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Sumsel untuk lebih aktif menggelar berbagai kegiatan di anjungan daerah masing-masing, misalnya dalam rangka peringatan hari jadi daerah.

Sebagai bentuk pertahanan terhadap keberadaan wastra Sumsel, Herman Deru meminta adanya contoh nyata dalam penggunaannya. β€œMisalnya para tamu undangan hadir dengan mengenakan wastra khas daerah masing-masing,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Herman Deru juga menyampaikan kabar baik terkait pengembangan pewarna alami untuk kain tradisional. Menurutnya, pewarna alami baru dari Pekalongan telah ditemukan dan bibitnya dapat diperoleh melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Sumsel untuk dikembangkan lebih lanjut.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Deru, mengatakan festival ini menjadi ruang apresiasi yang mempertemukan kekayaan budaya dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

β€œBanyak produk kerajinan lokal yang lahir dari inspirasi budaya. Hal ini tentu turut mendorong roda perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Feby mengingatkan bahwa Anjungan Rumah Adat Sumsel yang berdiri sejak 2004 menyimpan sejarah dan karakter khas dari setiap daerah. Karena itu, ia berharap anjungan dapat menjadi etalase budaya Sumsel yang representatif dan membanggakan.

β€œMarilah kita jadikan anjungan daerah sebagai etalase budaya Sumsel yang representatif dan membanggakan. Saya juga ingin ada miniatur museum wastra Sumsel. Selain itu, saat ini kita sedang menggalakkan penggunaan pewarna alam dalam pembuatan kain,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Rudi Irawan, melaporkan bahwa festival ini menampilkan berbagai kegiatan, mulai dari sendratari, seni tutur, seni bela diri, workshop membatik aksara Ulu, hingga workshop Tari Gending Sriwijaya.

Selain itu, sebanyak 20 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut dilibatkan untuk menampilkan produk-produk unggulan daerah kepada masyarakat dan pengunjung festival.

Herman Deru Targetkan Sumsel Kembali Masuk Lima Besar Nasional Melalui MTQ XXXI Tingkat Provinsi
DijieNews 20 hours ago

Herman Deru Targetkan Sumsel Kembali Masuk Lima Besar Nasional Melalui MTQ XXXI Tingkat Provinsi

LAHAT – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Kabupaten Lahat, Selasa (23/6/2026).

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana strategis untuk menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Sumatera Selatan pada MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.

Herman Deru mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lahat yang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi tahun ini. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar dan sukses hingga penutupan nanti.

β€œKabupaten Lahat ditunjuk sebagai tuan rumah, dan saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya pembukaan ini. Insyaallah seluruh pelaksanaan dapat berjalan dengan baik,” ujar Herman Deru.

Ia juga menaruh perhatian besar terhadap independensi dewan hakim dalam menjalankan tugas penilaian. Menurutnya, keputusan yang diambil para dewan hakim akan menentukan wakil terbaik Sumatera Selatan yang nantinya berlaga di tingkat nasional.

β€œPertanggungjawaban dewan hakim bukan hanya soal menang atau kalah dan menentukan peringkat. Hasil penilaian ini akan melahirkan utusan Provinsi Sumatera Selatan menuju MTQ Nasional ke-31 di Semarang. Karena itu, tanggung jawab moralnya sangat besar kepada masyarakat Sumatera Selatan,” tegasnya.

Herman Deru optimistis kafilah Sumatera Selatan mampu kembali mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Ia berharap para qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang terpilih nantinya memiliki mental yang kuat serta kepercayaan diri tinggi saat berlaga.

β€œKita berharap hasil MTQ Provinsi ke-31 ini mampu mengantarkan Sumatera Selatan tampil lebih baik di tingkat nasional. Seluruh masyarakat Sumatera Selatan mendoakan para peserta yang akan bertanding nanti,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Herman Deru mengingatkan perjalanan prestasi Sumatera Selatan di ajang MTQ nasional. Ia menyebut pada tahun 2006 Sumatera Selatan pernah masuk 10 besar nasional. Namun, setelah itu, cukup lama tidak mampu menembus posisi tersebut.

Kebangkitan mulai terlihat setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggulirkan Program Satu Desa Satu Rumah Tahfiz yang mendapat dukungan luas dari pemerintah kabupaten/kota, pondok pesantren, dan masyarakat. Program rumah tahfiz tersebut terus berkembang hingga mencapai ribuan unit di seluruh Sumatera Selatan.

β€œTarget awal rumah tahfiz yang kita canangkan sudah terlampaui. Hasilnya bukan hanya melahirkan hafiz dan hafizah, tetapi juga meningkatkan kualitas peserta MTQ. Alhamdulillah, pada MTQ Nasional 2022 Sumatera Selatan kembali masuk 10 besar nasional dan setelah itu prestasi terus meningkat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Herman Deru menegaskan ambisinya agar Sumatera Selatan mampu mempertahankan tren positif tersebut dan masuk dalam jajaran terbaik nasional.

β€œKita berharap dan terus berupaya agar Sumatera Selatan tetap berada pada kelompok elite nasional, minimal masuk lima besar. Semua itu berawal dari niat yang baik, kerja keras, dan pembinaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Gubernur Herman Deru juga mengajak seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai momentum untuk memperdalam kecintaan terhadap Al-Qur'an, bukan semata-mata mengejar gelar juara.

β€œIkutilah MTQ ini dengan baik, tidak hanya untuk menjadi juara, tetapi untuk membawa nama harum daerah. Fastabiqul khairat, berlomba-lombalah dalam kebaikan,” pesannya.

Menurut Herman Deru, dengan jumlah penduduk Sumatera Selatan yang mencapai lebih dari sembilan juta jiwa dan mayoritas beragama Islam, MTQ harus mampu menjadi sarana menumbuhkan semangat mempelajari, memahami, dan mengamalkyan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Herman Deru juga menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Sumatera Selatan, panitia penyelenggara, Pemerintah Kabupaten Lahat, dewan hakim, serta seluruh kafilah dari 17 kabupaten dan kota yang berpartisipasi dalam MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Ia berharap ajang tersebut mampu melahirkan generasi Qurani yang dapat mengharumkan nama Sumatera Selatan di tingkat nasional maupun internasional.

dokumentasi "Biro Hupro Sumsel"