Jakarta - Pasca-gempa bermagnitudo (M) 6,7 yang melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), rasa cemas masih menyelimuti warga setempat. Demi menghindari risiko gempa susulan, sebagian masyarakat memilih untuk tidur di luar ruangan.
Berdasarkan pantauan pada Selasa malam (16/6), warga di Kelurahan Nunu, Kota Palu, terlihat berkumpul di area teras. Beberapa di antaranya bahkan mendirikan tempat tidur darurat di halaman rumah mereka menggunakan tikar dan kasur. Langkah ini diambil karena mereka khawatir guncangan susulan akan terjadi saat mereka sedang terlelap.
"Masih takut masuk rumah. Tadi siang gempanya kuat. Siapa tahu masih ada susulan lagi, lebih baik kita tidur di luar dulu," ungkap seorang warga bernama Fatir. Ia mengaku masih trauma dengan guncangan kuat yang sempat membuat warga panik dan berlarian keluar rumah.
Siaga di Area Terbuka
Fenomena serupa juga dijumpai di berbagai kawasan permukiman lain di Palu. Warga lebih memilih bertahan di area terbuka sembari terus memantau pembaruan informasi dari pemerintah dan BMKG.
Untuk mengantisipasi situasi darurat, selain berjaga bersama keluarga hingga larut malam, sejumlah warga juga telah menyiagakan kendaraan mereka agar bisa segera digunakan jika terjadi gempa susulan.
Warga lainnya, Burhanuddin, turut menyampaikan kekhawatiran yang sama setelah mendengar kabar mengenai banyaknya gempa susulan yang telah terjadi.
"Tadi lihat berita sudah ada tujuh puluh kali lebih gempa. Kita masih takut, makanya malam ini istirahat di luar saja," pungkasnya.