Sukabumi - Momen libur panjang Imlek di Selabintana kali ini terasa berbeda karena ditutupnya akses menuju Curug Cibeureum. Otoritas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) telah merilis keputusan resmi untuk menutup air terjun tersebut dari aktivitas wisata sebagai langkah antisipasi dan penanganan pasca-insiden longsor di area tersebut.
Keputusan penghentian aktivitas wisata ini secara resmi ditetapkan melalui Surat Edaran Kepala Balai Besar TNGGP Nomor 02 Tahun 2026. Regulasi tersebut mengatur mengenai penutupan total kegiatan wisata alam di Curug Cibeureum yang berada di bawah naungan Resor PTN Selabintana. Humas TNGGP, Agus Deni, membenarkan kebijakan itu.
"Betul, wisata Curug Cibeureum ditutup imbas longsor," kata Agus
Penyebab longsor diketahui berasal dari intensitas hujan yang sangat tinggi di lokasi tersebut dalam beberapa hari belakangan. Akibatnya, timbunan tanah dengan ketinggian mencapai 15 meter dan lebar 10 meter menutupi akses jalan, sehingga jalur menuju air terjun tidak dapat dilewati.
"Jadi akses jembatan di jalur menuju Curug Cibeureum (via) Selabintana terdampak dan harus dilakukan pembenahan," ujarnya.
Berdasarkan surat edaran tersebut, penutupan ini bertujuan untuk memulihkan akses jembatan yang rusak akibat longsor. Selain itu, langkah ini diambil guna memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan wisatawan, khususnya dalam mengantisipasi keramaian pengunjung selama masa libur panjang Imlek.
Kebijakan penutupan ini mulai diterapkan pada 11 Februari 2026 dan akan berlangsung untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Pembukaan kembali kawasan hanya akan dilakukan setelah adanya pengumuman resmi dari otoritas pengelola.
Pihak pengelola menyarankan masyarakat agar menangguhkan rencana perjalanan ke Curug Cibeureum untuk sementara waktu. Calon wisatawan diharapkan terus mengikuti perkembangan terkini melalui saluran informasi resmi Balai Besar TNGGP sebelum menjadwalkan kunjungan selama masa libur panjang.