Jakarta β Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan program makan gratis (free meals) meskipun kebijakan tersebut menuai kritik tajam terkait pembiayaan negara dan isu keamanan pangan. Pemerintah menilai program ini sebagai langkah strategis jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dalam pernyataannya kepada awak media, Prabowo menegaskan bahwa kritik merupakan bagian dari demokrasi, namun tidak boleh menghambat kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
βKita paham ada kekhawatiran soal anggaran dan distribusi pangan. Tapi negara tidak boleh ragu berinvestasi pada generasi muda. Anak-anak yang sehat adalah fondasi kekuatan bangsa,β tegas Prabowo.
Program makan gratis ini dirancang untuk menjangkau kelompok rentan, terutama pelajar dan anak usia dini, dengan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah. Prabowo memastikan bahwa pelaksanaan program akan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan fiskal negara.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyebut bahwa pemerintah tengah memperkuat pengawasan agar kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.
βIsu keamanan pangan menjadi perhatian serius. Rantai pasok, kualitas bahan, hingga pengawasan di lapangan terus diperketat,β ujarnya.
Di sisi lain, pengamat kebijakan publik Dr. Andika Putra menilai keputusan pemerintah mempertahankan program ini menunjukkan keberanian politik.
βProgram ini memang mahal dan kompleks, tetapi jika dikelola dengan transparan, dampaknya bisa signifikan terhadap penurunan stunting dan ketimpangan gizi,β jelasnya.
Namun Andika juga mengingatkan pentingnya akuntabilitas.
βKunci keberhasilan ada pada tata kelola. Tanpa pengawasan ketat, program sebesar ini rawan disalahgunakan,β tambahnya.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran. Prabowo menutup dengan menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar janji politik, melainkan bagian dari visi besar pembangunan manusia Indonesia.