Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Bitung, Kantor Wali Kota dan Bangunan BPBD Alami Kerusakan

Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Bitung, Kantor Wali Kota dan Bangunan BPBD Alami Kerusakan

BITUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung, Sulawesi Utara, melaporkan dampak signifikan akibat guncangan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6. Berdasarkan pendataan awal, terdapat empat wilayah kecamatan yang merasakan dampak kerusakan dari bencana tersebut.

Selain pemukiman warga, sejumlah fasilitas pemerintahan juga dilaporkan mengalami kerusakan. Gedung Kantor Wali Kota Bitung hingga Kantor BPBD Bitung sendiri turut terdampak oleh kuatnya getaran gempa. Saat ini, otoritas terkait tengah melakukan evaluasi menyeluruh untuk memetakan tingkat kerusakan bangunan serta memastikan keselamatan warga di lokasi-lokasi yang terdampak.

"Gempa bumi ini dirasakan oleh masyarakat Kota Bitung dan menimbulkan kepanikan karena guncangan gempa sangat kuat terasa kurang lebih 15-20 detik," kata Kepala Pelaksana BPBD Bitung, Fivy Yurico Kadeke”.

Berdasarkan laporan resmi BPBD Bitung, empat wilayah kecamatan yang terdampak guncangan gempa tersebut meliputi Maesa, Matuari, Madidir, dan Lembeh Utara. Dampak kerusakan tidak hanya menyasar fasilitas umum, tetapi juga merusak sejumlah hunian warga serta tempat peribadatan di kawasan tersebut.

Kerusakan struktural yang cukup serius terjadi di kompleks perkantoran pemerintah. Di Kantor Wali Kota Bitung, dinding pada lantai empat dilaporkan runtuh akibat kuatnya getaran. Kondisi serupa menimpa Kantor BPBD Bitung, di mana sebagian dinding bangunan roboh terkena guncangan hebat saat gempa berlangsung.

Dampak gempa juga menyasar sektor pemukiman, di mana sebuah rumah warga di Kelurahan Bitung Barat Dua, Kecamatan Maesa, dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat dinding bangunan yang roboh. Selain hunian penduduk, guncangan hebat ini juga mengakibatkan sejumlah rumah ibadah di wilayah tersebut mengalami kerusakan struktural di beberapa bagian.

"Berdasarkan laporan masyarakat sek itar Pantai Girian Bawah, sesaat kejadian gempa, kondisi air laut mengalami surut kurang lebih 7-10 meter dari tepian pantai dan pantai candi (Bitung Barat Dua) air sempat surut kurang lebih 5 meter dari tepian pantai," papar Fivy.

Tentang Penulis

Adelia

Adelia

Kontributor