Hujan Deras Putuskan Jembatan Darurat, Akses 10 Desa di Aceh Tengah Lumpuh Total

Hujan Deras Putuskan Jembatan Darurat, Akses 10 Desa di Aceh Tengah Lumpuh Total

ACEH TENGAH – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Aceh Tengah mengakibatkan sepuluh desa di dua kecamatan kembali terisolasi. Hal ini terjadi setelah jembatan darurat yang menjadi akses utama warga hanyut terbawa arus sungai yang meluap pasca hujan deras pada Selasa (31/3).

Kejadian ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika. Menurut keterangannya, intensitas hujan yang tinggi memicu luapan air sungai yang sangat kuat, hingga merusak dan menghanyutkan tiga infrastruktur jembatan yang sebelumnya dibangun oleh pihak TNI.

Ketiga titik jembatan yang terputus tersebut berada di lokasi strategis, yakni:

  1. Jembatan Kala Ili di Kecamatan Linge.

  2. Jembatan Burlah di Kecamatan Ketol.

  3. Jembatan Bergang di Kecamatan Ketol.

Selain memutus urat nadi transportasi warga di sepuluh desa, insiden ini juga berdampak serius pada aspek kemanusiaan lainnya. Proses percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga di kawasan Kemukiman Jamat kini terhambat lantaran distribusi material bangunan tidak bisa menjangkau lokasi.

Pihak BPBD dan instansi terkait saat ini tengah berupaya memantau kondisi di lapangan dan merencanakan langkah penanganan darurat agar mobilitas warga dapat segera kembali normal.

Berdasarkan data yang dihimpun, sepuluh desa yang kini terputus aksesnya meliputi:

  • Kecamatan Linge: Kampung Linge, Kampung Jamat, Kampung Delung Sekinel, Kampung Kutenireje, dan Kampung Reje Payung.

  • Kecamatan Ketol: Desa Burlah, Kampung Kekuyang, Kampung Bintang Pepara, Kampung Bergang, dan Kampung Karang Ampar.

Kepala BPBD Aceh Tengah, Andalika, menjelaskan bahwa luapan sungai menghancurkan tiga jembatan krusial yang dibangun oleh TNI, yakni Jembatan Kala Ili, Jembatan Burlah, dan Jembatan Bergang.

Kondisi ini tidak hanya menyulitkan mobilitas harian warga, tetapi juga memicu hambatan besar pada proyek pembangunan hunian sementara di wilayah Kemukiman Jamat. Dengan hanyutnya infrastruktur penghubung ini, distribusi material bangunan dan logistik ke desa-desa terdampak menjadi terhenti sepenuhnya.

Pemerintah daerah setempat kini sedang mengupayakan solusi darurat guna memulihkan jalur distribusi di dua kecamatan tersebut.

Tentang Penulis

Tri satya

Tri satya

Experience on News Reporting over 5 year