Jemaah Umrah Asal Blora Merasa Waswas Akibat Eskalasi Konflik di Timur Tengah

Jemaah Umrah Asal Blora Merasa Waswas Akibat Eskalasi Konflik di Timur Tengah

Sidoarjo - Rasa cemas sempat melanda Tuminah (48), seorang jemaah umrah asal Desa Japah, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, saat menjalani ibadah di Tanah Suci. Kekhawatiran tersebut muncul akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang membuatnya takut terkendala saat akan kembali ke tanah air. Tuminah pertama kali menerima kabar mengenai situasi perang tersebut melalui pihak keluarga di kampung halaman tepat setelah ia menyelesaikan seluruh rangkaian ibadahnya.

"Saya dikabari keluarga di Blora katanya ada perang. Saya jadi kepikiran, bisa pulang enggak ya. Sampai sempat enggak bisa tidur," kata Tuminah

Tuminah berangkat melaksanakan ibadah umrah pada 17 Februari 2026 dalam rombongan asal Blora. Perjalanan yang berlangsung selama 11 hari tersebut dilakukan melalui penerbangan langsung maskapai nasional tanpa melalui proses transit di negara ketiga.

Adapun kekhawatiran Tuminah dipicu oleh kabar mengenai adanya jemaah dari kelompok lain yang mengalami penundaan jadwal terbang akibat penggunaan maskapai asing serta rute transit di luar negeri.

"Katanya ada yang transit sampai dua hari karena pesawat luar negeri. Saya tambah takut. Tapi alhamdulillah rombongan kami pakai penerbangan langsung dari Jedah ke Indonesia, jadi lancar sampai pulang," ujarnya.

Selama berada di Tanah Suci, Tuminah terus memantau perkembangan informasi dari Indonesia dan memohon doa keluarga demi keselamatan perjalanan pulangnya. Rasa cemas tersebut akhirnya mereda setelah pihak pembimbing memberikan klarifikasi bahwa jadwal penerbangan rombongannya tidak mengalami perubahan dan tetap berjalan sesuai rencana.

"Awalnya tetap kepikiran, tapi setelah diberi tahu penerbangan aman, saya jadi tenang. Ternyata benar, pulangnya lancar," kata dia.

Pemilik biro perjalanan umrah, Genta Imam Sanjaya, menegaskan bahwa proses keberangkatan maupun kepulangan jemaah dengan maskapai penerbangan langsung dari Indonesia masih berlangsung normal. Ia menjelaskan bahwa gangguan jadwal lebih banyak dialami oleh jemaah yang menggunakan maskapai asing, terutama bagi mereka yang harus transit di negara-negara yang melakukan penutupan ruang udara akibat konflik.

"Untuk yang penerbangan langsung dari Indonesia sejauh ini aman, sesuai jadwal. Yang sempat terdampak biasanya yang transit dan pakai maskapai luar negeri," ujar dia.

Pihak biro perjalanan menegaskan tetap memantau dinamika geopolitik serta kebijakan pemerintah secara saksama. Jika di kemudian hari diterbitkan imbauan resmi terkait penundaan keberangkatan umrah, pihak travel berkomitmen untuk sepenuhnya mematuhi regulasi yang ditetapkan oleh otoritas berwenang.

Tentang Penulis

Tri satya

Tri satya

Experience on News Reporting over 5 year