LRT Jabodebek Izinkan Penumpang Buka Puasa di Dalam Kereta, Simak Ketentuannya

LRT Jabodebek Izinkan Penumpang Buka Puasa di Dalam Kereta, Simak Ketentuannya

Jakarta - Pihak manajemen LRT Jabodebek secara resmi memberikan relaksasi aturan bagi penumpang untuk membatalkan puasa di dalam kereta maupun area stasiun. Kebijakan ini mengizinkan penumpang untuk makan dan minum dalam waktu yang terbatas, yakni mulai dari saat azan magrib hingga batas waktu pukul 19.00 WIB.

Manajer Humas LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari pelayanan untuk menjamin kenyamanan penumpang dalam menjalankan ibadah puasa tanpa mengabaikan aspek ketertiban.

Menurutnya, langkah ini diambil guna memfasilitasi kebutuhan pengguna yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba, terutama di tengah tingginya mobilitas jam pulang kerja di wilayah Jabodebek.

"Saat waktu berbuka, pengguna LRT Jabodebek diperbolehkan mengonsumsi makanan dan minuman ringan seperti kurma, roti, dan air minum. Namun, tidak diperkenankan mengonsumsi makanan berat dan yang berbau menyengat demi menjaga kenyamanan bersama," ujar Radhitya dalam keterangan resmi, Rabu (18/2) dikutipΒ Detikfinance.

Selain memberikan izin berbuka, pengelola LRT Jabodebek juga memfasilitasi kebutuhan penumpang dengan menyediakan air minum gratis di semua stasiun.

Namun, diingatkan kembali bahwa kebersihan tetap menjadi prioritas utama; penumpang diminta untuk tidak meninggalkan sampah dan selalu menjaga kerapian di dalam rangkaian kereta.

"Sampah sisa makanan dan minuman diminta untuk disimpan terlebih dahulu dan dibuang di tempat sampah yang tersedia di stasiun tujuan," imbuhnya.

Meskipun terdapat penyesuaian aturan selama Ramadan, operasional LRT Jabodebek tetap berjalan normal dengan total 430 perjalanan pada hari kerja serta 270 perjalanan untuk akhir pekan dan hari libur nasional.

Melalui kebijakan ini, PT KAI berharap para pengguna dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman sambil tetap memprioritaskan aspek keselamatan, ketertiban, serta efisiensi layanan.

Tentang Penulis

Alvin

Alvin

Kontibutor