Setelah 11 Jam Berkobar, Kebakaran Pabrik Terpal di Bogor Akhirnya Berhasil Dikendalikan

Setelah 11 Jam Berkobar, Kebakaran Pabrik Terpal di Bogor Akhirnya Berhasil Dikendalikan

Bogor - Setelah upaya pemadaman yang berlangsung selama kurang lebih 11,5 jam, kebakaran hebat yang melanda sebuah pabrik plastik di kawasan Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, akhirnya mulai dapat dikendalikan pada Minggu (30/3/2026) dini hari.

Kepala Sektor Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Gunung Putri, Hendra, mengonfirmasi bahwa amukan si jago merah berangsur-angsur mereda setelah petugas berjibaku di lapangan sejak laporan pertama kali masuk pada Sabtu (29/3/2026) sore, tepatnya pukul 15.30 WIB. Proses pemadaman yang memakan waktu cukup lama ini menunjukkan skala kebakaran yang cukup besar di lokasi tersebut.

"Api mulai perlahan dapat dikendalikan 11,5 jam sejak laporan awal diterima," ujar Hendra kepada detikJabar, Senin (30/3/2026).
Walaupun situasi telah terkendali, personel pemadam kebakaran tetap disiagakan di lokasi untuk melakukan proses pendinginan. Langkah ini krusial guna menyisir seluruh area pabrik dan memastikan tidak ada lagi titik api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

"Pagi ini masih dilakukan penanganan untuk mendinginkan sisa kebakaran," katanya.

Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Ismambar Fadli, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan insiden tersebut di rentang waktu pukul 15.30 hingga 16.00 WIB. Begitu informasi masuk, tim dari sektor Gunung Putri segera

Namun, setibanya di lokasi, petugas mendapati kobaran api sudah membesar secara signifikan. Kondisi tersebut memaksa pihak pemadam kebakaran untuk mengerahkan armada tambahan dari berbagai sektor guna memperkuat proses pemadaman.

"Jumlah yang kita turunkan lebih kurang 12 unit pemadam kebakaran. Kalau kita lihat sebelum maghrib itu api cukup besar," kata Fadli, Minggu dini hari.

Ismambar menjelaskan bahwa strategi pemadaman difokuskan pada upaya melokalisasi kobaran api ke satu titik pusat guna mempermudah pengendalian arus si jago merah. Dalam operasi besar ini, armada pemadam dari Kabupaten Bogor tidak bekerja sendiri; bantuan tambahan dikerahkan dari Resimen Pelopor Korbrimob Cikeas yang menerjunkan unit water canon, serta dukungan penuh dari personel pemadam kebakaran Kota Bogor.

Operasi pemadaman tersebut menghadapi sejumlah rintangan di lapangan. Kendala utama muncul dari kepadatan arus lalu lintas di jalur menuju lokasi, terutama kemacetan di ruas Tol Jagorawi dan akses jalan sekitar Wanaherang yang sempat menghambat pergerakan armada damkar. Selain persoalan akses, petugas juga harus memutar otak dalam mendistribusikan air, hingga akhirnya menerapkan sistem penyambungan antarunit pompa guna menjangkau titik-titik api yang sulit diakses.

Fadli menjelaskan bahwa objek yang dilalap si jago merah merupakan pabrik pengolahan plastik yang memproduksi terpal dan bahan penutup lainnya. Kabar baiknya, ia menegaskan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini lantaran area yang terbakar merupakan bagian gudang penyimpanan, bukan area produksi yang padat aktivitas pekerja.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, karena ini kontaknya gudang," ujarnya.

Tentang Penulis

Tri satya

Tri satya

Experience on News Reporting over 5 year